Kamis, 01 Maret 2012

Solusi: Tips Pembuatan Plastik Ramah Lingkungan dari Kentang


Tentu kita tahu penggunaan plastik untuk kemasan seperti tas kresek sangat merusak lingkungan. Sebenarnya, apa yang membuat tas plastik itu merusak kelestarian alam? Berikut ini beberapa alasannya.

a. Tas kresek adalah barang sekali pakai berbahan plastik polyethene (PE) yang bahan bakunya adalah minyak mentah.
b. Untuk memproduksi kebutuhan plastik dunia dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar dan menyebabkan pemanasan global.
c. Tas kresek baru bisa terurai di alam dalam waktu 500-1.000 tahun, sehingga jika tercecer di tanah, bahan ini akan merusak lingkungan, menghambat peresapan air, menyebabkan banjir, dan merusak kesuburan tanah.
d. Setiap tahun satu triliun tas kresek digunakan di dunia. Rata-rata setahun setiap orang di dunia ini menggunakan sekitar 170 tas kresek. Faktanya hanya 1 persen tas kresek yang didaur ulang. Berarti setiap satu menit, ada 2 juta tas kresek yang dibuang. Jika dibentangkan, tas kresek itu mungkin bisa membungkus permukaan bumi 10 kali.
e. Sebanyak 80 persen sampah di lautan berasal dari darat dan 90 persen di antaranya adalah plastik. Data PBB menyebutkan setiap mil persegi ada 46.000 sampah plastik mengambang di lautan.
f. Menurut laporan Greenpeace, sampah plastik yang masuk ke laut menyebabkan sedikitnya 267 jenis biota laut menderita karena sampah plastik. Bahkan, setiap tahun lebih dari satu juta biota laut seperti burung laut, ikan paus, dan penyu mati karena mencerna atau terjerat sampah plastik.
g. Membakar tas kresek, selain mencemari udara, juga akan menghasilkan gas dioksin yang jika terhirup akan membahayakan kesehatan manusia.
Apabila sudah mengetahui dampak penggunaan plastik terhadap lingkungan, kita yang peduli kelestarian alam tentu saja berpikir untuk mengurangi penggunaannya. Kita juga berharap ada bahan alternatif pembuat plastik yang lebih ramah lingkungan.
Untunglah saat ini muncul teknologi baru kemasan plastik biodegradable. Plastik jenis ini dapat dibuat dari polimer alami. Plastik ini dikenal dengan Poly Lactic Acid (PLA). Ini adalah polimer dari sumber yang terbarukan dan berasal dari proses esterifikasi asam laktat yang diperoleh dengan cara fermentasi oleh bakteri menggunakan substrat pati atau gula sederhana. Poly Lactic Acid juga memiliki sifat tahan panas, kuat, dan merupakan polimer yang elastis.
Intinya, proses pembuatan bahan plastik ramah lingkungan ini terdiri atas lima langkah.
I. Ekstraksi Pati
Proses ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemarutan, pemerasan , penyaringan, pengendapan, dan pengeringan.
II. Hidrolisis Pati Menjadi Glukosa
Hidrolisis adalah pemecahan kimiawi suatu molekul karena pengikatan air sehingga menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil.
III. Fermentasi Asam Laktat
Glukosa yang dihasilkan pada tahap hidrolisis digunakan sebagai bahan fermentasi asam laktat.
IV. Esterifikasi dan Pembentukan Polimer
Asam laktat yang terbentuk melalui fermentasi kemudian diesterifikasi. Kinetika reaksi dari pembuatan Poly Lactic Acid dapat ditingkatkan dengan penggunaan zink oksida dan suhu tinggi (135 derajat Celsius selama enam jam) dilanjutkan dengan pembukaan cincin Lactidedan polymerisasi.
V. Pencetakan dan Pembentukan
Pembentukan dilakukan sebagaimana halnya proses pencetakan plastik sintetik karena bio-plastik PLA juga mempunyai sifat-sifat mekanis yang mirip, terutama polystyrene.
Dalam hal ini, ekstrak pati bisa diperoleh dari berbagai tanaman seperti ubi, sagu, ataupun kentang. Jika menggunakan kentang, kita bisa mengikuti proses pembuatannya berikut ini.
1. Cuci bersih beberapa kentang mentah, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.
2. Sari pati kentang ini dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. Hasilnya akan seperti gel berwarna putih.
3. Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi natrium hidroksida (NaOH ) atau soda api setetes demi setetes, kemudian dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau.
4. Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah warna menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel pun bisa dibentuk atau dituang dalam cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel akan berubah menjadi plastik bening.
Apabila tidak bisa membuatnya, paling tidak kita dapat membantu mendukungnya dengan membeli produk plastik yang terbuat dari Poly Lactic Acid tersebut. Jika kita sulit mendapatkannya, ada tips yang lebih mudah untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan. Caranya dengan menolak pemberian sampah plastik (meski gratis) ketika kita berbelanja. Sebagai gantinya, kita bisa membawa tas dari rumah yang memiliki bahan yang lebih ramah lingkungan dan tidak sekali pakai.

Minggu, 18 Desember 2011

"Hay Boss"

Hay Boss, Anda sedang memelihara singa haus darah...
Hay Boss, Anda sedang dikelilingi buaya lapar...
Hay Boss, Anda sedang menggali liang kubur sekeluarga...
Hay Boss, Anda seolah berdaya namun tak berakal...
Hay Boss, Anda sedang dikendalikan...
Hay Boss, yang kau petik itu buah karma...
Hay Boss, bukalah mata mu dan sadarlah!!!
Hay Boss, saya sudah memperingatkan engkau...
Hay Boss, BOM WAKTU AKAN SEGERA MELEDAK...

Engkau hanya Boss (sapi) yang sedang dibajak bukan membajak...
Jangan dengarkan yang ku katakan supaya engkau menjadi debu...



NHN, 09122011

"Sepi"

sendiri lagi... 

dingin merinding...
merintih sedih...

berdiri...
ingin berlari...

telanjangi batin...
bersihkan diri...
basahi hati...
jauhi dengki...
suci naluri...

syukuri hari...
dari Ilahi...
memanggil mimpi...
menanti mentari...
nikmati pagi...
seperti pelangi...
warnai bumi...

Amin.

NHN, 181220110234