Jumat, 06 Mei 2011

Profil Geng Motor iMuT


Geng Motor iMuT
(Aliansi Masyarakat Peduli Ternak = inovasi, Mobilisasi untuk Transformasi) NTT
Jl. Souverdi no.72-Kelurahan Oebufu, RT.005/RW.001
Facebook: Group Geng Motor iMuT (Aliansi Masyarakat Peduli Ternak)
Siapa Kami?,- Komunitas ini dibentuk berdasarkan beberapa pemikiran:
NTT sebagai gudang ternak makin banyak dipertanyakan, bahkan dengan menurunnya jumlah ternak di propinsi ini, maka bisa jadi itu tinggal kenangan. Untuk mewujudkan kembali, dibutuhkan upaya-upaya konkrit. Sejak 2005, para alumni Fakultas Peternakan Undana (FAPET) sering berdiskusi informal tentang hal ini, dan memulai beberapa upaya konkrit di bidang pertanian-peternakan (yang bagi sebagian besar masyarakat NTT tidak bisa dipisahkan).

FAPET Undana sebagai fakultas tertua, telah menghasilkan ribuan sarjana peternakan. Sayangnya pencapaian ini berbanding terbalik dengan kondisi peternakan di NTT. Padahal, di tingkat minimal, setiap sarjana harus menghasilkan sebuah skripsi penelitian ilmiah di bidang ini, yang dimaksudkan menjadi keahlian khususnya dan selanjutnya dikembangkan di masyarakat. Keahlian-keahlian ini banyak yang mati, seiring dengan melencengnya pilihan-pilihan pekerjaan para sarjana tersebut. Banyak, barangkali karena ketersediaan lapangan kerja yang terbatas, memilih menjadi PNS, pegawai bank, atau aktif di partai politik yang tidak berhubungan dan tidak membutuhkan keahlian sebagai sarjana peternakan. Kalaupun ada penempatan sarjana peternakan sebagai PNS misalnya, fungsinya hanya sebatas SK Pengangkatan, dan selanjutnya menjalani kerja-kerja administrasi kantoran. Bukan berarti para sarjana peternakan itu tidak mampu bekerja administasi, tetapi ini tetap menjadi penyia-nyiaan sumber daya. Padahal di sisi lain, sumber daya ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan peternakan yang sudah menjadi program pemerintah juga. Akibatnya, tidak mengejutkan, bila para sarjana peternakan itu melupakan ilmunya, bahkan melupakan judul skripsinya.

Di sisi lain, ada banyak calon-calon sarjana peternakan di FAPET Undana sekarang ini. Mereka ini perlu dipersiapkan agar tidak terjebak dalam disparitas pekerjaan dan memastikan ilmu mereka terpakai dimanapun mereka berada. Ada fakta yang menyedihkan saat ini, dimana FAPET Undana mulai kehilangan peminat atau menjadi pilihan karena kecelakaan saja. Akibatnya, ada informasi bahwa FAPET Undana akan dimergerkan dengan Faperta dan menjadi jurusan peternakan saja. Bahkan yang sudah terjadi, ada reduksi jurusan di FAPET, dimana semua jurusan (produksi ternak, nutrisi dan makanan ternak) dilebur menjadi jurusan peternakan saja. Sementara para dosen lebih banyak mengurus proyek-proyek pribadi daripada mempromosikan FAPET ke publik, yang hasilnya tetap saja tidak berkontribusi pada pengembangan peternakan di NTT.

Peternakan dan pertanian adalah penopang hidup utama sebagian besar masyarakat NTT. Keseluruhan rantai nilai peternakan: manajemen produksi, saprodi maupun pasca panen (pengolahan, pemasaran dan pengolahan limbah) tidak dapat diurus hanya dengan intervensi di satu titik saja atau yang terbatas proyek saja. Kami percaya bahwa para peternak memiliki kemampuan untuk mandiri, bila ada yang bersedia menjadi teman diskusi dan memberikan informasi-informasi teknik-tekni terbaru dan terobosan ilmiah di bidang ini.

Maka kami mencari formula baru, baik untuk menjaga agar ilmu peternakan kami tidak mati ditelan waktu, maupun untuk memberi manfaat bagi petani-peternak di propinsi ini. Formula ini kami temukan dalam bentuk Geng Motor iMuT (Aliansi Masyarakat Peduli Ternak). Ekstraksi kapasitas anggota pada masalah pertanian-peternakan sering kami lakukan pada waktu senggang atau libur dengan cara bermotor ke kampung-kampung, di Timor Barat dan sudah sampai ke pulau Rote Ndao.

Geng motor iMuT ini, hanya komunitas kecil dengan 50 orang anggota aktif, yang memiliki 30 motor pribadi. Jumlah ini diluar 460 anggota pasif sebagai kawan diskusi di Facebook Group dan Japri lewat Telp, SMS dan Email. Latarbelakang pekerjaan kumunitas kami juga beragam, ada yang PNS, Pegawai Bank, LSM, Pegawai Perusahaan dan Kantor Swasta.

Struktur Organisasi,- Adapun struktur kepengurusan geng motor iMuT adalah sebagai berikut:
Koodinator Umum : Noverius H. Nggili, S.Pt
  • Divisi Data Base : Godlif A. Tabun, S.Pt; Petmi Amtiran, S.Pt; Semi Tefa, Silvester Tamu Ama; dan Julius Bily.
  • Divisi Kampanye dan Kemitraan : Donald W. Mangngi, S.Pt; Gerson Bira, S.Pt; Engky Besie; Rubenson Hibu; dan Riko Taopan.
  • Divisi Mobilisasi dan Transformasi : Jurgen E. Nubatonis, S.Pt; Hendra Taosu, S.Pt; Yulius Seli; Engelbertus W. E. Tah; Arnol Sinlae; dan Yan Tuka Ulu.
  • Divisi Inovasi : Gunawan Dwi Junianto, S.Pt; Noldi Franklin, ST, Melkianus Suni; Monita Benu; Alfred Nubatonis; dan Jemry Ndeo.
  • Divisi Entrepreneurship : Ary Pelokila, S.Pt; Alfrid Riwu; Emanuel Sardedi; Jefrikson Buky; Ofrianus Manu; dan Ermi Adji.

Peta Jalan,- Geng motor iMuT memulai langkah karya dengan terlebih dahulu melakukan Visioning Komunitas berbasis Apresiative Inquiry untuk menemukan target kerja dalam bentuk mimpi komunitas; menggali kekuatan komunitas, baik itu kekuatan pribadi maupun jaringan; menentukan peta jalan perubahan dalam bentuk tahapan prioritas agenda kerja selama lima tahun ke depan; serta menemukan mantra sukses sebagai motto komunitas dan juga logo komunitas kami. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 12-14 Januari 2010 di Kantor Perkumpulan PIKUL.

Adapun mantra sukses kami yaitu: “Tapaleuk Urus Ternak”. Dengan mantra ini, selain sebagai identitas kami, juga sekaligus memotivasi kami untuk mencintai dan berkarya dalam bidang peternakan sesuai prioritas agenda kerja, walaupun sebagian dari kami yang aktif bukan berprofesi sebagai peternak aktif.

Mimpi komunitas kami untuk lima tahun kedepan yaitu :
  • Tahun 2010-2011: Mengaplikasi Inovasi Pakan Ternak berbasis bahan lokal serta Pengolahan Limbah Peternakan, khususnya feces untuk kemandirian energi warga dalam bentuk Energi Alternatif (Biogas) serta Pupuk Organik untuk pertanian organik dan juga mengaplikasikan ramuan pestisida/herbisida organik. Selain itu, kami juga akan membuat beberapa proptotype dan mengembangkan teknologi tepat guna yang murah, mudah dan ramah lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan kemandirian energi, air dan pangan guna peningkatan produksi pertanian-peternakan. Tahapan ini terus dilanjutkan sampai waktu-waktu mendatang guna perbaikan dan penyempurnaan teknologi tepat guna yang sudah dibuat serta menelurkan inovasi lagi baru lewat sebuah BENGKEL INOVASI. 
  • Tahun 2011-2012: Menciptakan Peternak sebagai Dukun Ternak, dimana kami akan, bersama para peternak, menggali kembali dan memperkaya penggunaan bahan-bahan lokal dan tradisional sebagai obat penyakit ternak. 
  • Tahun 2012-2013: Menciptakan Peternak Cilik dalam bentuk Lomba Memelihara Ternak Ayam Kampung dan Cerdas Cermat Peternakan. 
  • Tahun 2013-2014: Pengembangan Rusa Timor sebagai Satwa Harapan yang cocok untuk usaha ternak budidaya.
  • Tahun 2014-2015: Menciptakan Kampung Wisata Pertanian-peternakan dan Kontes Ayam dan Babi Kampung.
    Bentuk Kreatifitas,- Untuk tahun 2011-2012, beberapa rencana kegiatan yang akan dilaksanakan per divisi adalah:
    Divisi Data Base
    • Database anggota Database kampung yang dijelajahi
    • Membuat modul dan komik pertanian-peternakan biosiklus
    • Mengembangkan sistem informasi penanggulangan penyakit dan hama tanaman lewat sms.
    Divisi Kampanye dan Kemitraan
    • Mengkampanyekan kampung mandiri energi dengan teknologi tepat guna, murah dan ramah lingkungan.
    • Membuka jaringan kemitraan dengan semua pihak yang searah dengan gerakan geng motor iMuT
    • Mempersiapkan Rencana mengajukan draft revisi Perda Kota Kupang Nomor: 10 tahun 2003 tentang Pengaturan, Penertiban dan Ijin Pemeliharaan Ternak di Kota Kupang.
    Divisi Mobilisasi dan Transformasi
    • Mencari, menjelajahi dan membangun komunikasi dengan individu, komunitas pada kampung sasaran.
    Divisi Inovasi
    • Membuka Bengkel Inovasi
    • Menemukan dan mengembangkan Inovasi Teknologi Tepat Guna, Murah dan Ramah Lingkungan:
    • Digester Portable Biogas Cair plus Penampung Gas dari Ban dalam bekas dan Pencampur Portable Ekstrak Faces ke Digester Portable dalam bentuk speda Statis - “DePo BiMuT S-002”,
    1. Digester Portable Biogas Padat-”DePo BiMuT A-001”,
    2. Kompor Hemat Biogas-”BiMuTy X 004”,
    3. Pengembangan Penampungan Biogas dari Tabung Bekas Isi Ulang Freon AC,
    4. Lampu Biogas- “LampiMuT P 001”
    5. Kompor Panas Matahari,
    6. Kompor Bioetanol,
    7. Kompor Biomassa,
    8. Briket Arang dan Kompor Briket Arang,
    9. Drum Asap Cair,
    10. Alat Desalinasi Air Laut manjadi air tawar tanpa mesin,
    11. Drum Kapiler pengganti dinamo air,
    12. Panel Surya dari Limbah Elektronik,
    13. Pembangkit Listrik Microhidro,
    14. Kincir Angin untuk Pembangkit Listrik.
    • Sharing pengetahuan perbengkelan las dan inovasi untuk internal sesama anggota geng motor iMuT
    Divisi Entrepreneurship
    • Belajar pengetahuan Manejerial (Keuangan)
    • Memperluas usaha Kafe iMuT
    • Membuka Usaha Peternakan dan Pertanian
    • Pembentukan Koperasi Ternak dan Inovasi
    Untuk Tahun 2010-2011 ini kami telah melakukan kegiatan sebagai berikut:
    1. Tanggal 14 April 2010, Perakitan Prototipe Digester Biogas Portable Versi Geng Motor iMuT- DePo BiMuT S-001, dilanjutkan dengan pengisian bahan baku, perakitan kompor biogas dan 21 hari kemudian kami sudah menikmati biogas tersebut. Bahan baku biogas dari faces 2 ekor ternak babi dan dapat menyalakankan kompor biogas selama 45 menit.
    2. Bulan Pebruari 2010 Tapaleuk ke Pitai Kecamatan Sulamu, Kab.Kupang. Bersama dengan Forum Akademia NTT (FAN-NTT), melakukan beberapa pelatihan manejemen peternakan, yakni Pelatihan Pembuatan Blok Suplemen Pakan Gula Lontar (BSPGL), Pengenalan pakan lokal ternak babi yang bermutu dan pelatihan pembuatan pupuk bokashi semak bunga putih (Chromolaena odorata). Selain itu juga kami berbagi beberapa cerita tentang pertanian organik seperti pembuatan infus dan mulsa pada tanaman pertanian di daerah yang kekurangan air.
    3. Tanggal 13 Agustus 2010 kami diundang untuk terlibat dalam Pasar Inovasi Kreatif di Kelurahan Bakunase. Dalam pasar inovasi tersebut, kami membagikan beberapa materi seperti cara pembuatan dan penggunaan biogas (degester dan kompor biogas), pembuatan kompor bio etanol yang memanfaatkan sopi sebagai sumber energi, pembuatan Blok Suplement Pakan Gula Lontar (BSPGL) untuk ternak sapi, pembuatan pupuk Bokashi dan pupuk hijau serta manajemen pakan ternak babi. Melalui pihak kelurahan, dalam hal ini Lurah Bakunase, Bustaman Marolah, kami langsung mengaplikasikan Pembuatan dan Pengoperasian Digester, Penampung Biogas dan Kompor Biogas di salam satu RT di Bakunase.
    4. Tanggal 29 Agustus 2010 kami membuat penyuluhan dan praktek pupuk Bokhasi kepada Kelompok Pecinta Tanaman Hias di Kelurahan Airnona.
    5. Tanggal 2 September kami diminta untuk Sosialisasi konversi energi dalam bentuk Biogas kepada ibu-ibu PKK di kelurahan Bakunase, yang berlangsung di kantor lurah bakunase.
    6. Tanggal 10 September 2010 kami diundang oleh PMPB-NTT untuk melakukan penyuluhan bokhasi, BSPGL dan sosialisasi biogas kepada masyarakat desa Oeprigi, Kecamatan Noemuti, Kab. TTU.
    7. Tanggal 29-30 0ktober 2010 bersama Komisariat Anak Domba (KOMANDO) melakukan penyuluhan dan praktek pembuatan BSPGL untuk ternak sapi, bokashi dengan memanfaaatkan Chromolaena odorata dan biogas menggunakan feses ternak babi dan sapi sebagai sumber energi alternatif di jemaat Nazareth Puru, desa Merbaun Kecamatan Amarasi Barat Kabupaten Kupang. 
    8. Visioning Komunitas dan Pelatihan Peternakan Babi Kampung di PKBM Sonaf Martin (Takari) pada tanggal 3-6 November 2010.
    9. Tanggal 12 Oktober 2010 kami melakukan Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Pengolahan Tahu Tempe Menjadi Biogas kepada 33 pengusaha tahu tempe di Kelurahan Bakunase. Sosialisasi ini merupakan tawaran solusi kami terhadap persoalan penanganan limbah tahu-tempe yang mencemari tanah dan udara di wilayah Kelurahan Bakunase.
    10. Ide kami tentang biogas diterima sehingga pada tanggal 13-16 Oktober 2010 kami melakukan perakitan degester biogas di Kelurahan Bakunase. Kami diminta untuk membuat degester biogas di pabrik tahu milik Mas Joko. Kegiatan yang kami lakukan di Kelurahan Bakunase, setidaknya menyumbangkan kebanggaan, karena dengan itu akhirnya Kelurahan Bakunase keluar sebagai juara pertama Lomba KGC Kota Kupang tahun 2010 ini. 
    11. Tanggal 03 November 2010, kemi melakukan Visioning Komunitas dan Pelatihan Manajemen Peternakan Babi bagi warga belajar PKBM "Sonaf Marthin" di Desa Tanini, Kec Takari-Kab. Kupang. 
    12. Tanggal 18 Desember 2010, Geng Motor iMuT menerima Academia Award FAN NTT tahun 2010 untuk kategori I bidang Sains dan Inovasi Keteknikan dengan Karya: Inovator teknologi terapan dengan memanfaatkan limbah ternak dan limbah industri rumah tangga menjadi biogas.  
    13. Tanggal 08 Januari 2011, Geng Motor iMuT menggelar kampanye biogas dan pengolahan sampah organik melalui pembukaan kafe jalanan iMuT, di jalan Eltari I (sekitar depan rumah jabatan Gub NTT), Menu Spesial: NabiMuT (Nasi Babi iMut) dan KopiMuT (Kopi iMuT-khusus kopi Lokal NTT). 
    14. Tanggal 18-21 Januari 2010, kami melakukan evaluasi kegiatan visioning dan pelatihan peternakan babi di sonaf Marthin-Taemaman-dese Tanini, sekaligus mengantar Sonaf Marthin mendapat bantuan Pra Koperasi dari pemerintah Propinsi NTT.
    15. Tanggal 28 Januari 2011, kami melakukan sosialisasi pemanfaatan limbah (faces) ternak babi menjadi biogas dengan degester portable bagi peternak babi dan ibu rumah tangga di RT 38-Kelurahan Oesapa, atas kerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Oesapa. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pembuatan degester bagi satu kelompok peternak babi. 
    16. Visioning berbasis Apresiative Inquiry bagi mahasiswa baru Fapet Undana, tanggal 3, 6 dan 13 Januari 2011 di Kampus Fapet Undana.
    17. Tanggal 3-6 Maret 2011, di jemaat Sion Keka Nusak, desa InaOe – Kecamatan Rote Selatan, kami melakukan kegiatan pengabdian dalam bentuk sosialisasi dan praktek pembuatan digester portable biogas- DePo BiMuTy S-001, kompor BiMuTy X-004, Dukun Ternak, Pembuatan BSPGL, Pembuatan Bokashi Cromolena O, Pembuatan VCO, Minyak Kelapa dari Limbah VCO, Pembuatan Anggur Kelapa dari Limbah VCO dan Anggur Pisang.

    Senin, 07 Februari 2011

    Puisi untuk Presiden SBY-besok ke Kupang

    “Menyambut Anjing Telanjang”
    oleh: Noverius H. Nggili

    kampung ku kotor berbau busuk
    berubah bening serba diatur
    walau itu hanya semu

    anjing penjilat bersolek rupa
    katak tempur bak mau perang
    menanti dikau bagai malaikat

    karna kau, saudaraku digusur
    pemulung kumuh hilang lenyap
    gugur tangisan penuh lara

    siapa kau yang merubah kampung,
    menggantung gong, penuh diskusi
    tak peduli tangis, tak punya naluri

    engkau tak beda raja semalam
    senang sesaat membayar hutang
    kami menganggur, dapur tak aman

    teriak kami tak mungkin kau dengar
    tajam pena temanku telah terbeli
    tertutup cerita pecundang penggagas

    andai engkau tak datang kemari
    si kecil tak menangis mendengar sirene
    si gila tak hilang dari pandangan

    kau hanya anjing telanjang
    menutup malang dengan kenangan
    menggertak geraham dengan senapan

    jangan harap kami dibeli
    walau mulut kami dibungkam
    langkah kami dibatasi garis

    dunia ini teramat luas
    jangan mati naluri pahlawan
    terus berkarya menoreh sejarah

    ayo lawan pahlawan kesiangan
    menari kritik penuh makna
    yakin kita pasti menang!

    ........................ Kupang, 07 Pebruari 2011

    Rabu, 19 Januari 2011

    Runtuhnya Moralitas dan Etika Politik; Menonton Teater Politik Kota Kupang

    Oleh Wilson MA Therik

    Pos Kupang, Senin, 17 Januari 2011 | 07:31 WIB
     
    MAX Weber menulis, politisi atau politikus itu harus menyadari bahwa politik ist Beruf und Berufung. Artinya, politik adalah tugas jabatan dan panggilan hidup. Dan karena sebagai panggilan hidup, maka seorang politisi atau politikus harus melakoninya secara penuh tanggung jawab, dengan berjalan di atas patokan moral dan etika politik serta hukum dan aturan-aturan lainnya. Itu merupakan suatu tuntutan fundamental perilaku manusia-politikus sebagai makhluk ciptaan yang mahakuasa, terutama sebagai pemimpin dalam pemerintahan baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

    Sering para pengamat politik mengatakan "Berbicara etika politik itu seperti berteriak di padang gurun." "Etika politik itu nonsens". Realitas politik adalah pertarungan kekuatan dan kepentingan. Politik dibangun bukan dari yang ideal, tidak tunduk kepada apa yang seharusnya. Dalam politik, kecenderungan umum adalah tujuan menghalalkan segala cara. Dalam konteks ini, bagaimana etika politik bisa berbicara? Inilah yang dipertotonkan oleh DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang terkait dengan pembahasan RAPBD Kota Kupang Tahun 2011 yang berawal dari dipangkasnya sejumlah pos anggaran dalam RAPBD di antaranya dana perjalanan dinas serta dana acara seremonial walikota dan wakil walikota senilai Rp 33 miliar. Pos anggaran tersebut dipangkas DPRD dan sebaliknya sejumlah usulan DPRD ditolak Pemerintah Kota Kupang. Di antaranya agar Pemerintah Kota Kupang memperbesar target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan menaikkan retribusi hotel dan restoran.

    Puncak dari perseteruan antara DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang adalah Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, mengeluarkan permohonan pengesahan Peraturan Walikota untuk penetapan RAPBD Kota Kupang Tahun 2011 (yang menggunakan APBD Tahun 2010). Kemudian Pemerintah Kota Kupang melalui kuasa hukumnya Henhani Nggebu, S.H melaporkan Viktor Lerik, S.E ke pihak kepolisian dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD Kota Kupang maupun sebagai pribadi dengan tuduhan pencemaran dan pemfitnahan terhadap Pemerintah Kota Kupang. Dan pasca dilaporkannya Ketua DPRD Kota Kupang ke kepolisian, 21 anggota DPRD Kota Kupang melayangkan mosi tidak percaya kepada ketua mereka.

    Pentingnya Moral  dan Etika Politik
    Sampai pada titik ini, kalau orang menuntut keadilan, berpihak pada korban, memberdayakan masyarakat melalui civil society, membangun demokrasi, bukankah semua itu merupakan upaya mewujudkan etika politik? Dalam situasi kacau, bukankah etika politik menjadi makin relevan? Pertama, betapa kasar dan tidak santunnya suatu politik, tindakannya membutuhkan legitimasi. Legitimasi tindakan ini mau tidak mau harus merujuk pada norma-norma moral, nilai-nilai hukum atau peraturan perundangan. Di sini letak celah di mana etika politik bisa berbicara dengan otoritas.

    Kedua, etika politik berbicara dari sisi korban. Politik yang kasar dan tidak adil akan mengakibatkan jatuhnya korban. Korban akan membangkitkan simpati dan reaksi indignation (terusik dan protes terhadap ketidakadilan). Keberpihakan pada korban tidak akan mentolerir politik yang kasar. Jeritan korban adalah berita duka bagi etika politik.

    Ketiga, pertarungan kekuasaan dan konflik kepentingan yang berlarut-larut akan membangkitkan kesadaran akan perlunya penyelesaian yang mendesak dan adil. Penyelesaian semacam ini tidak akan terwujud bila tidak mengacu ke etika politik. Seringnya pernyataan "perubahan harus konstitusional", menunjukkan etika politik tidak bisa diabaikan begitu saja. Celakanya adalah para politisi kita tampaknya tidak paham apa itu etika politik.

    Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa moral dan etika politik menjadi tuntutan utama bagi para politikus, khususnya para pemimpin? Herbert Hoover, presiden ke-13 Amerika Serikat mengatakan: When there is a lack of honor in government, the morals of the whole people are poised (moralitas seluruh bangsa akan teracuni, jika tidak ada martabat dalam pemerintahan). Artinya, martabat dan harga diri merupakan segala-galanya untuk efektivitas karya sebuah pemerintahan. Martabat dan harga diri itu hanya bisa dipelihara tatkala para pemimpin atau penyelenggara negara berpikir, bertutur kata dan bertindak dengan terhormat pula. Berarti, dalam berperilaku, seorang pemimpin harus berjalan dalam bungkusan moral, etika dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.

    Itu pula merupakan tuntutan utama dalam etika dan moral politik, yaitu hidup baik bersama dan untuk orang lain; saling menghargai, menghormati, bukan melukai, mencederai, dan mengecewakan. Integritas yang tinggi sangat dituntut dari seorang politikus, apalagi pemimpin. Jadi, para politikus atau pemimpin yang menjalankan etika politik-sebagai panggilan hidup, harus memiliki keutamaan-keutamaan moral. Sekali melenceng dari keutamaan moral, maka robohlah moralitas sang pemimpin atau sang politikus. Kondisi ini yang tampak dilakoni oleh Ketua DPRD Kota Kupang Viktor Lerik, S.E di mana harus berhadapan dengan kepolisian atas laporan Pemerintah Kota Kupang dan juga berhadapan dengan 21 anggota DPRD Kota Kupang yang tidak lagi percaya padanya.

    Ciri Khas Etika Politik
    Tujuan etika politik adalah mengarahkan ke hidup baik, bersama dan untuk orang lain, dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang adil (Paul Ricoeur, 1990). Definisi etika politik membantu menganalisa korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur yang ada. Penekanan adanya korelasi ini menghindarkan pemahaman etika politik yang diredusir menjadi hanya sekadar etika individual perilaku individu dalam bernegara. Pengertian etika politik dalam perspektif Ricoeur mengandung tiga tuntutan. Pertama, upaya hidup baik bersama dan untuk orang lain; kedua, upaya memperluas lingkup kebebasan; ketiga, membangun institusi-institusi yang adil.

    Tiga tuntutan itu saling terkait. "Hidup baik bersama dan untuk orang lain" tidak mungkin terwujud kecuali bila menerima pluralitas dan dalam kerangka institusi-institusi yang adil. Hidup baik tidak lain adalah cita-cita kebebasan: kesempurnaan eksistensi atau pencapaian keutamaan. Institusi-institusi yang adil memungkinkan perwujudan kebebasan dengan menghindarkan warga negara atau kelompok-kelompok dari saling merugikan. Sebaliknya, kebebasan warga negara mendorong inisiatif dan sikap kritis terhadap institusi-institusi yang tidak adil. Pengertian kebebasan yang terakhir ini yang dimaksud adalah syarat fisik, sosial, dan politik yang perlu demi pelaksanaan kongkret kebebassan atau disebut democratic liberties: kebebasan pers, kebebasan berserikat dan berkumpul, kebebasan mengeluarkan pendapat, dan sebagainya.

    Dalam definisi Ricoeur, etika politik tidak hanya menyangkut perilaku individual saja, tetapi terkait juga dengan tindakan kolektif (etika sosial). Dalam etika individual, kalau orang mempunyai pandangan tertentu bisa langsung diwujudkan dalam tindakan. Sedangkan dalam etika politik, yang merupakan etika sosial, untuk dapat mewujudkan pandangannya dibutuhkan persetujuan dari sebanyak mungkin warga negara karena menyangkut tindakan kolektif. Maka hubungan antara pandangan hidup seseorang dengan tindakan kolektif tidak langsung, membutuhkan perantara. Perantara ini berfungsi menjembatani pandangan pribadi dengan tindakan kolektif. Perantara itu bisa berupa simbol-simbol maupun nilai-nilai: simbol-simbol agama, demokrasi, dan nilai-nilai keadilan, kebebasan, kesetaraan, dan sebagainya. Melalui simbol-simbol dan nilai-nilai itu, politikus berusaha meyakinkan sebanyak mungkin warga negara agar menerima pandangannya sehingga mendorong kepada tindakan bersama. Maka politik disebut seni karena membutuhkan kemampuan untuk meyakinkan melalui wicara dan persuasi, bukan manipulasi, kebohongan, dan kekerasan. Etika politik akan kritis terhadap manipulasi atau penyalahgunaan nilai-nilai dan simbol-simbol itu. Ia berkaitan dengan masalah struktur sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang mengkondisikan tindakan kolektif.

    Belajarlah pada Socrates
    Socrates adalah filsuf klasik yang kerap dipakai sebagai model yang memiliki kejujuran, kesantunan dan integritas moral yang tinggi dalam membela kebenaran dan nilai-nilai luhur dalam masyarakat. Politik lalu dimengerti sebagai seni yang bermuatan kesantunan. Kesantunan politik diukur dari keutamaan dan integritas moral yang disandang politikus. Kesantunan itu tampak bila ada pengakuan timbal balik dan hubungan fair di antara para politisi dan diakui oleh masyarakat sebagai obyek implementasi praksis politik.

    Di samping itu, Socrates juga, dengan keutamaan-keutamaan moral yang dimilikinya, ia mendidik dan mengarahkan "murid-murid"-nya yang terdiri dari anak-anak muda untuk berpikir kritis dalam menghadapi segala realitas yang ada dalam masyarakat. Sehingga, dengan integritas moral yang tinggi dan kapasitas intelektual yang memadai, orang muda diharapkan dapat terlibat dalam memecahkan berbagai persoalan kemasyarakatan.

    Dari pandangan Socrates di atas, maka sudah sepatutnya kalangan DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang menjaga dan meningkatkan citra, norma, martabat, harga diri dan kehormatan lembaganya sebagai lembaga yang terhormat yang sudah runtuh belakangan ini, lewat pelaksanaan etika dan moralitas secara serius. Sebab secara normatif, etika dan moralitas diwajibkan bagi setiap manusia, apalagi bagi para pemimpin masyarakat.

    Artinya, etika dan moralitas merupakan prinsip yang harus dijalankan tanpa tawar-menawar bagi lembaga pemerintahan seperti para wakil rakyat yang meniti panggilan hidup sebagai seorang politikus yang mengemban tugas mulia, yaitu memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

    Kemelut antara DPRD Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang saat ini hendaknya dijadikan pelajaran bagi rakyat Kota Kupang agar pada pemilu kada dan pemilu legislatif yang akan datang jangan lagi memilih politisi yang tidak punya moral dan tidak paham etika politik. *

    Anggota NTT Policy Forum