Rabu, 06 Desember 2017

"Orang celaka dijalan, tanggungjawab siapa?"


Sapa yang harus bertanggungjawab???
Ini jalur jalan souverdi sejak diperbaiki mulus,
Dalam 2 bulan terakhir su 17 kali kejadian tabrakan dan ba serempet pejalan kaki...
Baru 15 menit lalu, nyong deng motor hantam nona yang bonceng mamanya dan anak kecil...
Taplelok, itu nyong kena titi deng helm dari itu nona....

Ada yang bisa bantu ko?
Sapa yang harus urus kalo begini?
Ini jalan souverdi sonde ada trotoar,
Sapa yang urus ini?
sonde ada rambu2 batas kecepatan, dan
sonde ada penghambat kecepatan seperti gundukan polisi matono dong tu....
Sapa yang harus bertanggungjawab?

Om tante polisi bisa patroli 24 jam su ko??
Kasi pengumuman, kampanye peringatan taat lalin bulan pertama,
Bulan kedua jang kasi ampun lai,
Tilang, cabut sim sampe kasi ancor motor ke kayu api ju bae,
Supaya berkurang orang mati di jalan...
Su talalu banyak kendaraan, khususnya motor,
Su talalu banyak orang sonde pake helm,
Su talalu banyak anak sekolah belum pas umur bawa motor,
Ngebut, ugal-ugalan di jalan su biasa,
Bonceng 2-3 orang su sonde ada yang urus lai,
Pi pulang ibadah sonde pake helm su biasa ju,
Ini yang pake helm sa batabrak mati,
Apalai yang jual nyawa tanpa pengaman di jalan dong ni...

Di orang pung kampoeng tu SMART karena jelas ada trotoar, drainase dan rambu-rambu lalu lintas,
garis marka jalan, cctv ada ma sonde harus di semua tampa... pejalan kaki, orang tua, anak kecil dan kaum defabel diprioritaskan pengguna jalan, eh bahkan binatang liar juga oi....
Beta su kali ke 3 angkat ini urusan e...
Su diskusi kecil deng ketua pemuda GMIT 3 bulan lalu e...
Rencana mau ketemu kapolda, kapolresta sampe ketua Sinode, pimpinan agama dan Walikota
Supaya semua buat seruan bersama bahkan bulan hotbah tematik tentang taat lalu lintas....
Beta kaki tangan pendek, pake celana pendek lai,
ada yang baca na tolong teruskan ke orang-orang itu e...
Ini supaya berkurang orang yang celaka mati di jalan....

NHN, 06102017

"Pencuri, Cerita Kencing Subuh"

Cuka minyak, Beta pung mangantok ilang memang,
Beta dudu tanganga angin didepan rumah, kasi mati lampu teras sambil stom linting tambako sek. Su jam Jam 1.30 malam... ada dua nyong lewat deng motor metik hitam ko singga kincing di gang sebelah jalan yang remang-remang, kayaknya su kena air kiti kata ko dong dua bacarita deng suara tape'e besar, padahal ini su tenga malam. Sambil spoit, dong dua ada bahas topik yang bikin Beta tahedek...
Be su keker baebae ma son kenal dong sapa. Nyong A tinggi sekitar 170cm, badan besar, buncit, rambut selak, testa mangkilat, suaranya sedikit melambai. Nyong B tinggi sekitar 160cm, sonde talalu gemuk, rambut keriting, suara cempreng...
Nyong B: we sekarang ni kitong su susah bedakan Lsm deng partai politik...
Nyong A: bukan cuma itu hang, sekarang susah bedakan rumah ibadah deng sekertariat partai...
Nyong B: ko dulu dong datang deng jeket ungu, kuning, biru, merah, hijau ke malekat bantu orang sana sini, ju ternyata ujung-ujung dong main politik ko jadi dewan na, main pilkada na...
Nyong A: ko lu kenapa son maju dewan tempo hari?
Nyong B: ko b kurang kerja mangkali, maen ko son jadi na gila, kalo jadi na pancuri...
Nyong A: itu karna dong pung iman son kuat, kalo kuat sonde mungkin lah...
Nyong B: ho ko habis itu dong mulai hitung dong doi yang su keluar, ko ke hebat-hebat ada perjuangkan ini itu, ma nanti dong keliling ame jatah reman persen proyek. Lu cek dong pung bini ana dong sama ke toko mas berjalan, pake oto dinas pi pasar na, pi ceke mabok na...
Nyong A: belum lai pake pi sembayang ampun dosa habis itu pencuri lai... dasar su jahat mo bikin muka malekat ju tetap setan hang...
Nyong B: ko dong pung gaji dong ada ator ko kas naek hang...
Nyong A: eh ko lu ada keker pi situ ju?
Nyong B: lu ni memang sonde gaul e, baca berita ko jang pi pancing ikan sa... belum lai yang di fb hobi live, pi berak ju live...
Nyong A: eh, kitong jalan su ko? B liat ada bayangan apa ko diujung jalan...
Nyong B: Ho, mari su te sama ke ada parampuan rambut panjang baju putih...
Nyong A: woi, lu su mabok ma liat buntiana ju....
Dong star motor ko jalan....
B asli tahedek, rupanya semua orang ada pantau e....

NHN, 09102017

Kamis, 01 Maret 2012

Solusi: Tips Pembuatan Plastik Ramah Lingkungan dari Kentang


Tentu kita tahu penggunaan plastik untuk kemasan seperti tas kresek sangat merusak lingkungan. Sebenarnya, apa yang membuat tas plastik itu merusak kelestarian alam? Berikut ini beberapa alasannya.

a. Tas kresek adalah barang sekali pakai berbahan plastik polyethene (PE) yang bahan bakunya adalah minyak mentah.
b. Untuk memproduksi kebutuhan plastik dunia dibutuhkan 12 juta barel minyak yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca cukup besar dan menyebabkan pemanasan global.
c. Tas kresek baru bisa terurai di alam dalam waktu 500-1.000 tahun, sehingga jika tercecer di tanah, bahan ini akan merusak lingkungan, menghambat peresapan air, menyebabkan banjir, dan merusak kesuburan tanah.
d. Setiap tahun satu triliun tas kresek digunakan di dunia. Rata-rata setahun setiap orang di dunia ini menggunakan sekitar 170 tas kresek. Faktanya hanya 1 persen tas kresek yang didaur ulang. Berarti setiap satu menit, ada 2 juta tas kresek yang dibuang. Jika dibentangkan, tas kresek itu mungkin bisa membungkus permukaan bumi 10 kali.
e. Sebanyak 80 persen sampah di lautan berasal dari darat dan 90 persen di antaranya adalah plastik. Data PBB menyebutkan setiap mil persegi ada 46.000 sampah plastik mengambang di lautan.
f. Menurut laporan Greenpeace, sampah plastik yang masuk ke laut menyebabkan sedikitnya 267 jenis biota laut menderita karena sampah plastik. Bahkan, setiap tahun lebih dari satu juta biota laut seperti burung laut, ikan paus, dan penyu mati karena mencerna atau terjerat sampah plastik.
g. Membakar tas kresek, selain mencemari udara, juga akan menghasilkan gas dioksin yang jika terhirup akan membahayakan kesehatan manusia.
Apabila sudah mengetahui dampak penggunaan plastik terhadap lingkungan, kita yang peduli kelestarian alam tentu saja berpikir untuk mengurangi penggunaannya. Kita juga berharap ada bahan alternatif pembuat plastik yang lebih ramah lingkungan.
Untunglah saat ini muncul teknologi baru kemasan plastik biodegradable. Plastik jenis ini dapat dibuat dari polimer alami. Plastik ini dikenal dengan Poly Lactic Acid (PLA). Ini adalah polimer dari sumber yang terbarukan dan berasal dari proses esterifikasi asam laktat yang diperoleh dengan cara fermentasi oleh bakteri menggunakan substrat pati atau gula sederhana. Poly Lactic Acid juga memiliki sifat tahan panas, kuat, dan merupakan polimer yang elastis.
Intinya, proses pembuatan bahan plastik ramah lingkungan ini terdiri atas lima langkah.
I. Ekstraksi Pati
Proses ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pemarutan, pemerasan , penyaringan, pengendapan, dan pengeringan.
II. Hidrolisis Pati Menjadi Glukosa
Hidrolisis adalah pemecahan kimiawi suatu molekul karena pengikatan air sehingga menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil.
III. Fermentasi Asam Laktat
Glukosa yang dihasilkan pada tahap hidrolisis digunakan sebagai bahan fermentasi asam laktat.
IV. Esterifikasi dan Pembentukan Polimer
Asam laktat yang terbentuk melalui fermentasi kemudian diesterifikasi. Kinetika reaksi dari pembuatan Poly Lactic Acid dapat ditingkatkan dengan penggunaan zink oksida dan suhu tinggi (135 derajat Celsius selama enam jam) dilanjutkan dengan pembukaan cincin Lactidedan polymerisasi.
V. Pencetakan dan Pembentukan
Pembentukan dilakukan sebagaimana halnya proses pencetakan plastik sintetik karena bio-plastik PLA juga mempunyai sifat-sifat mekanis yang mirip, terutama polystyrene.
Dalam hal ini, ekstrak pati bisa diperoleh dari berbagai tanaman seperti ubi, sagu, ataupun kentang. Jika menggunakan kentang, kita bisa mengikuti proses pembuatannya berikut ini.
1. Cuci bersih beberapa kentang mentah, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.
2. Sari pati kentang ini dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. Hasilnya akan seperti gel berwarna putih.
3. Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi natrium hidroksida (NaOH ) atau soda api setetes demi setetes, kemudian dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau.
4. Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah warna menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel pun bisa dibentuk atau dituang dalam cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel akan berubah menjadi plastik bening.
Apabila tidak bisa membuatnya, paling tidak kita dapat membantu mendukungnya dengan membeli produk plastik yang terbuat dari Poly Lactic Acid tersebut. Jika kita sulit mendapatkannya, ada tips yang lebih mudah untuk berpartisipasi dalam mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan. Caranya dengan menolak pemberian sampah plastik (meski gratis) ketika kita berbelanja. Sebagai gantinya, kita bisa membawa tas dari rumah yang memiliki bahan yang lebih ramah lingkungan dan tidak sekali pakai.